Analisis Berita
Jumat 23 Maret 2018, 15:12 WIB
Jumat 23 Maret 2018, 15:12 WIB
Korupsi Massal di Kota Malang, Parpol Diminta Segera PAW Kader
Muhammad Aminudin - detikNews
Malang - Korupsi massal menyeret belasan anggota
DPRD Kota Malang menjadi tersangka. Parpol diminta segera bertindak, mengganti kader
yang terlibat dan meminta maaf kepada rakyat.
Pakar Hukum Tata Negara Universitas Brawijaya, Ngesti D Prasetyo, mengatakan, untuk memulihkan kepercayaan masyarakat, partai politik harus segera mengganti kader yang terlibat korupsi massal.
"Mekanismenya melalui pergantian antar waktu (PAW), untuk memulihkan kepercayaan publik," ujar Ngesti kepada detikcom, Jumat (23/3/2018).
PAW, lanjut Ngesti, dengan mengganti kader yang terlibat korupsi. Meskipun masih ada upaya hukum sebagai tersangka untuk melakukan praperadilan.
"Mestinya ada juga pernyataan sikap dari parpol mengapa ini bisa terjadi. Penjelasan kepada publik ini sangat penting, karena mereka sudah mengemban amanah rakyat," ujarnya.
Jika tidak, kata dia, parpol yang anggotanya terlibat korupsi segera meminta maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Kota Malang.
"Hal ini sebagai bagian dari etika moral politik," sambung Ngesti juga Ketua Ketua Pusat Pengembangan Otonomi Daerah (PPOTODA).
Ada 19 orang ditetapkan KPK sebagai tersangka korupsi dalam pembahasan APBD-Perubahan 2015, salah satunya wali kota non aktif Moch Anton sebagai pemberi hadiah terhadap 18 anggota DPRD Kota Malang.
(bdh/bdh)
Pakar Hukum Tata Negara Universitas Brawijaya, Ngesti D Prasetyo, mengatakan, untuk memulihkan kepercayaan masyarakat, partai politik harus segera mengganti kader yang terlibat korupsi massal.
"Mekanismenya melalui pergantian antar waktu (PAW), untuk memulihkan kepercayaan publik," ujar Ngesti kepada detikcom, Jumat (23/3/2018).
PAW, lanjut Ngesti, dengan mengganti kader yang terlibat korupsi. Meskipun masih ada upaya hukum sebagai tersangka untuk melakukan praperadilan.
"Mestinya ada juga pernyataan sikap dari parpol mengapa ini bisa terjadi. Penjelasan kepada publik ini sangat penting, karena mereka sudah mengemban amanah rakyat," ujarnya.
Jika tidak, kata dia, parpol yang anggotanya terlibat korupsi segera meminta maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Kota Malang.
"Hal ini sebagai bagian dari etika moral politik," sambung Ngesti juga Ketua Ketua Pusat Pengembangan Otonomi Daerah (PPOTODA).
Ada 19 orang ditetapkan KPK sebagai tersangka korupsi dalam pembahasan APBD-Perubahan 2015, salah satunya wali kota non aktif Moch Anton sebagai pemberi hadiah terhadap 18 anggota DPRD Kota Malang.
(bdh/bdh)
Analisis sebuah berita yang telah terjadi ialah sebagai
sumber ilmu dengan memahami semua unsur-unsur dan mengambil nilai (News Value)
dari berita tersebut sangatlah penting. Untuk itu, disini saya akan menjelaskan
Unsur-unsur berdasarkan 5W + 1 H + 1 SW dan News Value yang berdasarkanNaskah berita diatas.
Unsur 5W + 1 H + 1 SW dari berita diatas ialah, sebagai
berikut :
1.
What (Apa)
-
Apa topik dalam berita tersebut?
(Kasus Korupsi massal oleh belasan anggota
DPRD yang terjadi di kota Malang)
2.
When (Kapan)
-
Kapan waktu terjadinya peristiwa tersebut?
(Jumat, 23 Maret 2018)
3.
Where (Dimana)
-
Dimana kasus korupsi tersebut terjadi?
(Kota Malang)
4.
Who (Siapa)
-
Siapa yang terlibat penangkapan kasus korupsi kota
malang?
(walikota non aktif Moch Anton
dan 18 Anggota DPRD)
5.
Why (Mengapa)
-
Mengapa belasan anggota DPRD kota Malang
tersangkut kasus korupsi?
(Karena, belasan anggota DPRD
tersebut menerima pemberian hadiah dari Walikota non aktif Moch Anton)
6.
How (Bagaimana)
-
Bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk
memulihkan kepercayaan publik terhadap paropol?
( yaitu dengan mengganti kader
parpol dan meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat kota Malang)
7.
So What (Apa Akibatnya)
-
Apa akibat dari diseretnya belasan anggota DPRD
kota Malang?
(akibatnya, akan menurunnya
kepercayaan masyarakat terhadap parpol yang anggotanya terjerat kasus korupsi.
Sehingga, sangat diperlukan upaya pemulihan kepercayaan publik)
News Value yang terdapat dalam berita tersebut tergolong pada News Value bagian Prominence dan Conflict.
1- Prominence : Dimana tokoh masyarakat(Anggota DPRD) kota Malang terjerat kasus korupsi.
2- Conflict : Kasus korupsi yang ada di kota malang merupakan conflict politik kota tersebut.
1- Prominence : Dimana tokoh masyarakat(Anggota DPRD) kota Malang terjerat kasus korupsi.
2- Conflict : Kasus korupsi yang ada di kota malang merupakan conflict politik kota tersebut.
Kesimpulannya ialah berita yang
ada diatas merupakan berita yang layak untuk dipublikasikan karena telah
mengandung unsur-unsur yang ada dan mengandung nilai berita (news value). Semoga, sedikit ilmu diatas
bermanfaat ^_^

Komentar
Posting Komentar